Virus Corona dan Teknologi Kejut.

Published by administrator on

Sejak diumumkannya bahwa virus Corona sudah masuk ke Indonesia, serta deret eksponensial menyertai jumlah positif dari hari ke hari, Pemerntah pusat dan daerah dengan gencar menyampaikan himbauan agar kerja, belajar dan ibadah dari rumah. Istilah ini menjadi populer deng nama WFH (work from home). Apa!!!! Kerja dari Rumah Apa bisa ????? BISA. 

  1. Kerja dari rumah (banyak tools vcon, Skype, email dsb )
  2. Sekolah dari rumah (banyak resources, pemerintah dan swasta, tools juga beraneka ragam, google hangouts, webex, moodle dsb )
  3. Ibadah dari rumah (banyak resources dan video streaming tersedia)

Konon saya cerita KEN walaupun agak membosankan mahasiswa,  bahwa teknologi sulit untuk di hindari apalagi ifconfig eth0 deny all. Jika activity kita biasa-biasa saja maka tinggal tunggu waktu digantikan oleh mesin. Hari ini, kondektur Damri tidak ada lagi, satu unit bus  hanya ditangani satu orang driver.  Penjaga pintu gerbang tol sudah tidak manusia lagi   tapi mesin. Dosen yang … by pass aja ya. 

Namun cerita ini sering dianggap dongeng pengantar tidur di kelas, apalagi jadwal saya mengajar jam rawan, sleep mode. No changes yang penting lulus matkul.

Hari ini dengan wabah corona sebagai triger, berdampak positif bagi kemelekan kita terhadap Teknologi Informasi. Bahwa kita ternyata siap tidak siap harus menggunakan ini barang. Saya bisa join dengan kelas mana saja di sekolah mana saja dengan guru/dosen pilihan saya. Here zonasi system is unnecessary. Ibadah, saya bisa pilih penceramah yang saya suka, tinggal pilih channel saya bisa gabung dalam ruang ibadah yang smart dan banyak analogi drakor nya.

Teknologi kejut dan terkejut , ketika dikomunitas saya mulai risau kalo gini caranya, saya yang tidak setenar orang itu tidak akan laku. Wow selama ini dimana bung, cerita dongeng saya kok jadi benar. Jika statis mesin akan menggantikanmu, karena lebih efisien, cepat , teliti, jujur dan murah lagi. Musibah mulai datang. Jika ceramah saya begitu-gitu saja apalagi ah teori sekedar merangsang emosional untuk melegakan temporal, maka wait and seeMy Job (and Yours) Is Threatened by Digital Technologies.

So….

Kreatif.. inilah primary key nya walaupun banyak candidate keys yang lain. Sifat kreatif sulit digantikan dengan mesin walau AI berkembang pesat. Katanya kreatif menggunakan otak kanan lebih dominan, layak Virus corona yang mayoritas mengangap ini musibah ternyata ada secercah sinar postif, bangsa ini jauh lebih bersatu padu dan toleran, yang pasti gap technology  semakin kecil. Setelah kondisi ini berakhir, teknologi semakin didepan akan terbiasa kerja dari rumah, face to face berganti dengan interface to interface (blessing in disguise).  BADAI PASTI BERLALU !!!

                                                                                                                                    Irw&Tuah

Categories: Cerita Kedai Kopi